Keterampilan Keuangan untuk Semua

Mengatasi Prahara Keuangan dalam Pernikahan

Oleh Alderman Jason

Seperti semua tantangan dalam pernikahan, sering kali masalah kecil menjadi besar jika dibiarkan terlalu lama. Tidaklah mengherankan bahwa setelah bersama-sama beberapa tahun, beberapa pasangan menyadari bahwa kebiasaan keuangan yang awalnya dianggap lucu atau diabaikan saja dalam diri pasangan mereka kini mejadi masalah utama dalam perkawinan mereka. Bahkan, masalah uang cenderung menjadi alasan utama dibalik perceraian.

Jika Anda mengalami kesulitan keuangan, maka jauh-jauh hari sebelum masalahnya meluas ambil langkah mundur dan teliti bagaimana dan kapan Anda dan pasangan Anda membicarakan – atau tidak membahas – situasi keuangan Anda, dan cari cara untuk meredakan ketegangan.

Catat di kalender. Kemungkinan Anda berdua sibuk dan telah membagi-bagi tugas, termasuk siapa yang membayar tagihan. Tetapi bahkan jika Anda sepenuhnya harmonis dalam pengelolaan uang, dia yang menjadi "manajer keuangan" harus tetap menjaga jalinan komunikasi tentang ini. Sehingga jika diperlukan salah satu dapat dengan mudah mengambil alih jika perlu.

Atur pertemuan bulanan atau bahkan mingguan untuk membahas hal-hal seperti pembayaran tagihan, kemajuan atau kemunduran, sasaran keuangan, penganggaran untuk biaya yang akan datang (pajak properti, premi asuransi, perlengkapan sekolah, dll), dan strategi dalam menghadapi biaya yang tak terduga (perbaikan mobil, perawatan gigi darurat, membantu sanak keluarga, dll)

Jangan menunda membahas kesalahan pengelolaan keuangan, misalnya terjadi keterlambatan pembayaran atau hal lain. Segera bahas dan jangan menunggu atau berusaha menyembunyikannya – hal ini hanya akan memperburuk keadaan dan menciptakan suasana ketidakpercayaan.

Samakan persepsi. Ketika ada kabar buruk, misalnya tabungan pensiun terpakai atau salah satu dari Anda kehilangan pekerjaan. Komunikasi menjadi semakin penting.

Jika Anda perlu untuk sementara mengencangkan anggaran atau membuat keputusan yang mengubah hidup seperti menunda pensiun, maka bahaslah dan siap berkompromi, sehingga tidak ada yang dijadikan kambing hitam.

Atur ulang tujuan keuangan Anda. Pasangan sering memulai dengan suatu rencana tetapi kemudian nasib menentukan lain dan tujuan-tujuan pun berubah

Berbicaralah secara berkala tentang hal-hal yang besar seperti penambahan anggota keluarga, kepemilikan rumah, perubahan karir, pembiayaan perguruan tinggi untuk anak-anak Anda (atau diri sendiri), risiko keuangan, dan kapan Anda berdua akan pensiun.

Patuhi anggaran Anda. Beberapa pertempuran keuangan terburuk terjadi ketika satu atau kedua belah pihak mensabotase anggaran keluarga. Jika Anda belum memilikinya, banyak alat penganggaran gratis yang tersedia online salah satunya www.mint.com atau www.ngaturduit.com.

Carilah bantuan. Jika Anda tidak lagi memiliki pandangan yang sama tentang bagaimana menangani keuangan, dan tidak dapat mencapai kata sepakat. Anda mungkin harus mempertimbangkan bantuan pihak ketiga, yaitu perencana keuangan independen. Dapatkan info dari Asosiasi Internasional Konsultan Keuangan Terdaftar / IARFC (www.iarfcindonesia.com) dan Perencana Keuangan Independen Club-Indonesia/IFPC-Indonesia (www.ifpcindonesia.com).

Sebagaimana usaha bersama lainnya, pernikahan dapat tergelincir jika tidak saling berkomunikasi. Pastikan bahwa hal ini tidak terjadi pada Anda.




Artikel ini dimaksudkan untuk memberikan informasi umum dan tidak dianggap sebagai nasihat hukum, pajak dan keuangan. Sebaiknya Anda mengkonsultasikan kepada penasihat pajak dan keuangan tentang peraturan-peraturan yang berlaku untuk situasi Anda dan tentang situasi keuangan Anda.

<< kembali ke Artikel

Email to a friend

Your Name:
Your Email:
Recipient's Email:
Message:


The information that you provide through this e-mail feature will not be stored by Visa for any other purposes. Please refer to Visa's privacy policy for details.