Keterampilan Keuangan untuk Semua

Mengajarkan Pengelolaan Keuangan Pada Anak

Oleh Alderman Jason

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin mendidik anak dengan baik – mengajarkan mana yang benar dan salah, menanamkan keinginan untuk terus belajar termasuk menunjukkan bagaimana mengelola uang dengan benar. Tapi bagaimana jika mereka melihat apa yang kita praktekkan sehari-hari berbeda dengan apa yang kita ajarkan? Bagaimana caranya untuk memastikan mereka tidak mengikuti langkah-langkah kita yang tidak tepat?

Hari Anak Nasional di Indonesia yang baru saja lewat menginspirasi saya untuk berbagi tentang beberapa hal yang bisa orang tua ajarkan kepada anak agar mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan baik dalam mengelola keuangan yang bisa ditanamkan dalam diri mereka hingga akhir hayat mereka – serta menunjukkan berbagai kebiasaan buruk yang sering kali dilakukan tanpa disadari.

Nah, tanyakan kepada diri Anda sendiri:

  • Apakah Anda menghindari perbincangan tentang uang dengan anak Anda karena begitulah cara Anda dibesarkan? Atau Anda merasa tidak cukup kompeten untuk memberikan nasihat tentang keuangan?
  • Apakah Anda membayar tagihan-tagihan tepat waktu untuk mencegah denda keterlambatan dan punya catatan kredit yang buruk di Bank Indonesia?
  • Sudahkah Anda mulai mengumpulkan dana darurat – dan apakah Anda cukup disiplin agar tidak menggunakannya untuk mendanai kebutuhan sehari-hari?
  • Apakah Anda terkadang terkaget-kaget saat membaca tagihan-tagihan yang seharusnya Anda bisa antisipasi?
  • Apakah keluarga Anda mengalami kesulitan keuangan (pemecatan, penutupan kantor, tagihan/tunggakan menumpuk)?
  • Apakah anak Anda sering mendengar keluh-kesah Anda soal pekerjaan atau bahwa Anda lebih memilih tinggal di rumah namun terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang? Atau hal lain yang bisa membuat anak Anda membenci pekerjaan dan uang.
  • Jika anak Anda menginjak usia kuliah, apakah Anda pernah berbicara dari hati ke hati bagaimana pendanaannya? Apakah Anda sudah menyiapkan dana kuliah?
  • Saat anak Anda berulang kali merusak atau menghilangkan barang-barang yang mahal atau sering kehabisan uang saku, apakah Anda sering membiarkan dan merogoh kocek untuk memperbaiki/menggantinya?

Oke, sepertinya , daftar negatif di atas terlalu banyak. Nah, sekarang, mari kita fokus pada beberapa langkah positif yang bisa Anda ambil dan bisa mendorong terciptanya kebiasaan keuangan yang bertanggung jawab di diri anak Anda:

  • Gunakan uang saku untuk mengajarkan anak Anda bagaimana mengelola uang dengan bijak, bukan sebagai imbalan atas perilaku baik yang mereka lakukan. Catatlah pengeluaran anak Anda baik yang wajib (seperti biaya kursus dan perlengkapan sekolah) dan yang tidak wajib (seperti mainan, jajan, dll). Tergantung dengan usia dan kedewasaan mereka, tentukan pengeluaran mana yang bisa menjadi tanggung jawab mereka, dan berikan jumlah yang cukup untuk masing-masing kategori pengeluaran dari yang saku mereka.

Beberapa ide lain yang bisa diterapkan adalah:

  • Menggunakan uang saku untuk mengajarkan beberapa hal penting. Misalnya menyisihkan sekian persen untuk tabungan, sumbangan sosial dan tujuan keuangan jangka pendek seperti membeli mainan tertentu – kemudian libatkan mereka untuk memilih bagaimana membelanjakan yang tersebut.
  • Saat Anda menggunakan ATM, jelaskan bahwa uang yang dikeluarkan ATM bukanlah pemberian/gratis, tapi hasil kerja keras yang ditabung oleh Anda.
  • Untuk mendorong minat menabung, tawarkan insentif bahwa tiap kali ia menabung, Anda akan menyetor uang sebesar 50% dari uang yang ditabungkan.
  • Berikan contoh yang baik. Jika uang Anda menipis dan Anda terpaksa menolak rengekan anak untuk membeli barang-barang yang tidak penting, lakukan hal yang sama. Korbankan satu keinginan yang anak Anda tahu sangat berarti bagi Anda.
  • Bukalah akun investasi khusus untuk mempersiapkan dana pendidikan anak Anda – dan beritahukan hal ini kepada anak Anda sebelum mendiskusikan pilihan sekolah atau universitas untuknya.

Tidak harus di Hari Anak Nasional, tiap hari adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada anak. Tidak hanya dengan hadiah atau pelukan, tunjukkan rasa cinta dan kepedulian Anda pada sang anak dengan menanamkan kebiasaan pengelolaan keuangan pribadi yang realistis dan sehat.




Artikel ini dimaksudkan untuk memberikan informasi umum dan tidak dianggap sebagai nasihat hukum, pajak dan keuangan. Sebaiknya Anda mengkonsultasikan kepada penasihat pajak dan keuangan tentang peraturan-peraturan yang berlaku untuk situasi Anda dan tentang situasi keuangan Anda.

<< kembali ke Artikel

Email to a friend

Your Name:
Your Email:
Recipient's Email:
Message:


The information that you provide through this e-mail feature will not be stored by Visa for any other purposes. Please refer to Visa's privacy policy for details.